• Anggota MGMP Teknik Gambar Bangunan SMK

    Kota Malang

  • Rapat Koordinasi 1 : Pembentukan MGMP

    di SMK Negeri 11 Malang

  • Rapat Koordinasi 2 : Penyusunan Program Kerja

    di SMK Negeri 6 Malang

  • Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Kota Malang Tahun 2017

    Bidang Lomba CAD Building

  • Rapat Koordinasi 3 : Pembahasan Hasil LKS CAD Building Tingkat Kota

    di SMK Nasional Malang

  • In House Training 1 "Menggambar dengan Perangkat Lunak"

    Kegiatan In-1 di SMK Negeri 6 Malang

  • In House Training 1 "Menggambar dengan Perangkat Lunak"

    Kegiatan In-2 di SMK Negeri 11 Malang

  • In House Training 1 "Menggambar dengan Perangkat Lunak"

    Kegiatan In-3 di SMK Nasional Malang

  • Rapat Koordinasi 4 : Evaluasi Pelaksanaan IHT dan Penyampaian Program Peningkatan Kompetensi Guru Tahun 2018

    di SMK Negeri 6 Malang

Sabtu, 23 Desember 2017

Kumpulan E-Book 10


As the continuity of the e-book that we have previously uploaded, this time we provide you with 10 English books on concrete and masonry construction. They may be used as references and have been licensed for only educational purposes. Here is a list of books you can download. Hopefully they can give beneficial concept for us. Simply click on the following link.

Book list:
  1. Concrete and Masonry Databook (year 2003, 721 pages)
  2. Concrete Building Pathology (year 2003, 330 pages)
  3. Concrete Pavement Design Construction and Performance (year 2008, 389 pages)
  4. Concrete Pavement Design Guidance Notes (year 2007, 193 pages)
  5. Design for Construction (year 1997, 141 pages)
  6. Design of Masonry Structures (year 1997, 279 pages)
  7. Failed Stone Problems and Solutions with Concrete and Masonry (year 2002, 161 pages)
  8. Masonry Construction Manual (year 2001, 390 pages)
  9. Masonry Design and Detailing (year 2004, 584 pages)
  10. Soil and Rock Construction Materials (year 1998, 401 pages)
By: RIX



Jumat, 22 Desember 2017

Launching Buku dan E-Book Laporan IHT-01 “Menggambar dengan Perangkat Lunak” Tahun 2017


Syukur Alhamdulillah laporan IHT yang sudah dijilid rapi berupa buku setebal 318 halaman sudah selesai dikerjakan. Buku laporan ini sengaja diluncurkan (launching) ditengah-tengah publik melalui web blog MGMP untuk menjadi rujukan bagi rekan-rekan Guru yang lain apabila mengadakan kegiatan serupa. Selain itu peluncuran buku laporan ini sekaligus menjadi koreksi bagi kami apabila ada pelaporan yang dirasa kurang, juga untuk membuktikan bahwa kegiatan IHT dalam buku ini adalah kegiatan nyata bukan kegiatan rekaan. Buku laporan IHT ini sekaligus untuk mengantisipasi apabila ada permintaan dari lembaga penyandang dana baik pemerintah maupun swasta yang ingin membantu pembiayaan kegiatan organisasi profesi seperti MGMP  dan menginginkan bukti rekam jejak kegiatan MGMP maka kami sudah siap memberikan laporannya.

Buku laporan IHT ini dibuat oleh tim panitia penyelenggara dan diverifikasi serta disahkan keberadaannya dengan bukti tandatangan di lembar pengesahan. Adapun yang menandatangai lembar pengesahan adalah Ketua MGMP sebagai penanggung jawab kegiatan, Kepala SMKN 7 Malang selaku Pembina MGMP TGB Kota Malang dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu. Adapun isi dari buku laporan IHT ini antara lain (1) Cover Buku, (2) Lembar Pengesahan, (3) Kata Pengantar, (4) Daftar Isi, (5) Latar Belakang, (6) Tujuan Kegiatan, (7) Hasil Yang Diharapkan, (8) Peserta, (9) Pembiayaan, (10) Kepanitiaan, (11) Kerangka Program, (12) Narasumber, (13) Fasilitas, (14) Waktu dan Tempat, (15) Tata Tertib, (16) Sanksi-sanksi, (17) Hasil Yang Diperoleh, (18) Penutup dan (19) Lampiran-lampiran.

Bagian yang paling tebal dari buku laporang IHT ini ada pada bagian lampiran, karena pada lampiran inilah keautentikan bukti-bukti kegiatan dapat dilihat. Kami memberikan sepuluh lampiran pada buku laporan ini, antara lain yaitu; (1) Lampiran Jadwal Kegiatan, (2) Lampiran Daftar Nama Peserta, (3) Lampiran Daftar Hadir Kegiatan, (4) Lampiran Materi IHT, (5) Lampirang Soal Pre-Test dan Post-Test, (6) Lampiran Soal-soal Praktik Menggambar, (7) Lampiran Portofolio Tugas Peserta, (8) Lampiran Nilai Peserta, (9) Lampiran Sertifikat Peserta, dan (10) Lampiran Foto-foto Kegiatan. 



Pada akhirnya ucapan terimakasih dari koordinator kegiatan diberikan kepada peserta dan panitia  yang telah bekerja keras mewujudkan rangkaian kegiatan IHT ini beserta laporannya. Terutama kepada Kepala SMK Negeri 6 Malang, Kepala SMK Negeri 11 Malang, dan Kepala SMK Nasional Malang yang sudah mengizinkan penggunaan sarana laboratorium komputer untuk pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Kepala SMK Negeri 7 Malang selaku pembina MGMP TGB Kota Malang atas segala dukungannya. Demikian juga kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Wilayah Kota Malang dan Kota Batu yang telah mengapresiasi kegiatan ini. Ucapan terimakasih juga kepada berbagai pihak yang telah mencurahkan segala pikiran, tenaga dan biaya atas terselenggaranya kegiatan ini namun belum bisa kami sebutkan satu-persatu. Permohonan maaf juga disampaikan apabila ada berbagai pihak yang merasa dirugikan atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah SWT selalu memberikan kebahagiaan kepada kita semua.



By: WIG



Rabu, 20 Desember 2017

Evaluasi IHT Pada Pertemuan Rutin Keempat MGMP


MGMP TGB telah melaksanakan pertemuan rutin ke-4 pada hari Jumat, 8 Desember 2017 di SMKN 6 Malang. Dalam pertemuan ini ada tiga hal yang dibahas, pertama tentang evaluasi pelaksanaan IHT yang telah dilaksanakan tgl 11, 18 dan 25 November 2017, kedua tentang persiapan peningkatan kompetensi dan yang ketiga sosialisasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI). 

Pada pembahasan evaluasi IHT ada beberapa hal yang dibicarakan, yang pertama waktu pelaksanaan, kedua materi yang diajarkan, ketiga tugas-tugas yang diberikan, keempat narasumber dan kelima pesan dan kesan pelatihan. Waktu menjadi pembahasan pertama bagi peserta, karena ada beberapa peserta yang tidak bisa hadir penuh karena ada urusan kedinasan ataupun kondisi yang tidak memungkinkan. Sebagai kompensasi peserta yang tidak bisa hadir karena kondisi pribadi sudah disiapkan tugas tambahan. Harapannya agar peserta IHT bisa hadir seluruhnya tanpa ada kendala dalam pengaturan waktu dan kemungkinan ada kegiatan yang bersamaan. Kedua tentang materi yang diajarkan. Pada dasarnya materi tidak menjadi kendala berarti bagi peserta, karena baik peserta yang sudah lama mengenal AutoCAD maupun peserta yang baru mengenal AutoCAD bisa mengikuti dengan baik. Khusus bagi peserta yang baru mengenal AutoCAD memang diperlukan kesabaran dan kerelaan untuk sering bertanya tentang perintah-perintah dasar, baik bertanya kepada instruktur maupun kepada rekan yang lain.

Ketiga tentang tugas-tugas yang diberikan. Sebagaimana yang diketahui tugas untuk peserta ada yang diberikan saat IN di kelas dan ada tugas yang diberikan secara ON di tempat kerja atau di rumah. Di forum evaluasi ini ada pendapat dari peserta bahwa ada beberapa tugas yang sulit ketika dikerjakan. Kesulitan yang dialami peserta adalah kesulitan mengatur waktu pengerjaan dan kesulitan dalam teknik menggambar. Kesulitan dalam menata dan membagi waktu dirasakan saat peserta harus bekerja sebagai guru yang memiliki jam mengajar, mengoreksi pekerjaan siswa, membimbing siswa, membuat soal dan lain-lain. Kesulitan ini bisa diatasi dengan mengubah jam istirahat menjadi jam mengerjakan tugas IHT, baik saat istirahat di sekolah maupun saat istirahat di rumah. Untuk kesulitan dalam teknik menggambar, terutama dalam menjalankan perintah-perintah menggambar dengan AutoCAD. Peserta bisa menanyakan tekniknya secara tatap muka langsung pada rekan sejawat satu sekolah maupun secara daring melalui media yang ada, media daring yang sering digunakan diskusi bisa melalui email maupun grup whatsapp.

Keempat tentang narasumber. Meskipun sebagian peserta tidak keberatan dengan instruktur dari rekan sendiri, namun dirasa cara ini masih kurang efektif karena kurang mendisiplinkan peserta. Oleh karena itu ada usulan bahwa IHT kedepan bisa menggunakan instruktur lain yang lebih kredibel baik dari Du/Di maupun dari lembaga diklat yang lain, tentu saja dengan kompensasi biaya yang lebih untuk honor dan transport instruktur tersebut.


Kelima tentang pesan dan kesan pelatihan. Dari keseluruhan pendapat yang ada, IHT yang sudah dijalankan memiliki dampak yang luar biasa. Dari sisi organisasi profesi, kegiatan ini termasuk menjadikan MGMP TGB salah satu dari 5 MGMP teraktif di Kota Malang. Dari sisi peserta kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan juga kredit poin untuk SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), mengingat kegiatan ini bersertifikat diklat 30 jam tingkat Provinsi Jatim yang sertifikatnya ditandatangai oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Batu, dan tentu saja saat pengisian SKP di bulan Desember ini bisa dimasukkan didalamnya.

Setelah membahas tentang evaluasi kegiatan IHT, pertemuan MGMP ini dilanjutkan dengan pembahasan peningkatan kompetensi. Yang dimaksud peningkatan kompetensi disini adalah kegiatan MGMP pasca IHT bisa dilanjutkan dengan kegiatan yang menjadi follow up nya. Hal ini dimaksudkan agar pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapatkan dari IHT dapat ditindaklanjuti saat pertemuan rutin MGMP sehingga pengetahuan dan keterampilan itu tidak hilang begitu saja saat guru tersebut tidak memakainya atau saat guru tersebut tidak mengampu mata pelajaran yang dibahas di IHT.

Pembicaraan terakhir dari pertemuan ini tentang sosialisasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang beberapa waktu lalu diadakan di beberapa Sekolah di Kota Malang dan dihadiri salah satu peserta MGMP TGB. SPMI digagas oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sejak tahun 2016. Program ini dilaksanakan dengan memilih beberapa sekolah di tingkat SD, SLTP dan SLTA sebagai sekolah model/sekolah percontohan bagi pengembangan SPMI.

Sekolah model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP untuk dibina oleh LPMP agar dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP. Pembinaan oleh LPMP dilakukan hingga sekolah telah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model dijadikan sebagai sekolah percontohan bagi sekolah lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas.

Kriteria Sekolah Model adalah (1) Sekolah belum memenuhi SNP, (2) Seluruh komponen sekolah bersedia dan berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model, dan (3) Adanya dukungan dari pemerintah daerah.


Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah harus dilakukan oleh seluruh anggota sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan staf sekolah sesuai tugasnya masing-masing. Ada lima tahapan siklus  yang harus dilaksanakan yaitu; Tahap pertama adalah memetakan mutu sekolah dengan berpedoman pada EDS, Tahap kedua adalah membuat perencanaan peningkatan mutu sekolah, Tahap ketiga adalah pelaksanaan program penjaminan mutu sekolah, Tahap Keempat adalalah  monitoring dan evaluasi, dan Tahap kelima  strategi peningkatan mutu sekolah.

Dalam pelaksanaannya, LPMP akan memberikan pendampingan kepada calon sekolah model yang telah dipilih sampai sekolah tersebut mampu melaksanakan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal secara mandiri. Adapaun program pendampingan yang dilaksanakan LPMP terbagi kepada beberapa tahap antara lain, (1) Bimtek  Sekolah Model, di tiap Kabupaten/Kota yang terpilih menjadi pilot projek SPMI, (2) Pendampingan Tahap 1, di sekolah model, (3) Pendampingan Tahap 2, di sekolah model, (4) Workshop Penyusunan Potret Sekolah, di LPMP Propinsi, dan (5) Ekspose Sekolah Model, di Kabupaten/Kota dilanjutkan di tingkat pusat. Puncak dari pendampingan program sekolah ini adalah ekspose/pameran yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota dan dilanjutkan di tingkat pusat. Materi yang ditampilkan di ekspose sekolah model adalah; (1) Potret/Profil Sekolah Model, (2) Ordner (map) yang berisikan dokumentasi kegiatan sekolah dalam pelaksanaan 5 siklus SPMI mencakup dokumen tertulis dan foto-foto kegiatan, (3) Foto-foto kegiatan pelaksanaan SPMI di sekolah, (4) Slide show kegiatan SPMI, dan (5) Banner, Pamplet, Newsletter.

Dokumentasi

By: WIG


RSS Feed   Berlangganan Informasi melalui E-mail